Rabu, 01 Februari 2017

Jauhi Sifat Penjilat

”Kalian pasti akan bertemu dengan orang-orang yang paling Allah benci, yaitu mereka yang bermuka dua. Di satu kesempatan, mereka memperlihatkan satu sisi muka, namun di kala yang lain, mereka memperlihatkan muka yang lain pula.” (HR. Bukhari-Muslim)

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat penjilat yang sering kali bermuka dua, dapat mengatakan hal yang bertolak belakang, tergantung di hadapan siapa dia berbicara. Tujuan para penjilat sudah jelas hanyalah untuk kepentingan dirinya saja, agar orang lain terutama yang berada di atasnya memandang baik pada dirinya.

Sahabat, sesungguhnya orang yang beriman pada Allah tak mungkin memiliki karakter seorang penjilat, hal ini adalah sebuah kepastian:

“Menjilat bukanlah termasuk karakteristik moral seorang mukmin.” (Kanzul Ummat, hadits 29364)

Meskipun sebagian besar manusia di muka bumi memiliki sifat suka menjilat dan bermuka dua, bahkan dihormati oleh banyak orang karena sifat tersebut, seorang mukmin tetap takkan meninggalkan prinsip kejujuran dan kebenaran.

“Ketika hari pengadilan makin dekat … orang-orang yang paling dihormati pada zaman itu adalah para penjilat dan orang-orang yang suka mencari muka.”
(HR. Bukhari Muslim)

Lalu bagaimanakah cara menghindari sifat suka menjilat dan mencari muka? Berikut ini beberapa cara di antaranya yang bisa kita praktekkan :

1. Menghindari memuji seseorang secara berlebihan

Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, ”Memuji lebih dari yang seharusnya adalah penjilatan.” (Nahjul Balaghah, hikmah 347)

Seorang penjilat biasanya memuji sesuatu secara berlebihan dengan tujuan mendapat perhatian. Ia akan memuji orang-orang kaya, orang-orang berkuasa, orang-orang berilmu, agar mendapat keuntungan dari mereka.

Maka kita perlu menghindari pujian berlebihan terhadap apapun. Karena sesungguhnya segala puji hanyalah bagi Allah.

2. Banyak menghidupkan hati dengan berdzikir pada Allah di kala sendiri dan menjauhi sifat pamer/riya’

”Sesungguhnya orang-orang Munafik itu Menipu Allah, dan Allah akan membalas Tipuan Mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’: 142)

Seorang penjilat dimasukkan dalam kategori orang munafik, mereka hanya bersemangat beribadah di hadapan orang lain, sedangkan ketika sendirian akan sangat sedikit mengingat dan menyebut Allah.

Maka, selisihilah para penjilat dengan cara menambah semangat beribadah justru di saat sendirian dan tak ada seorang pun yang mengetahui.

3. Tidak meminta jabatan atau kedudukan pada manusia

“Janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah, dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (HR. Bukhari)

Jelas bahwa seorang penjilat suka meminta suatu keuntungan bagi dirinya sendiri, misalnya jabatan, harta, dan lainnya.

4. Meminimalisir ambisi terhadap harta dan kekuasaan

“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada rusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi.” (HR. at-Tirmidzi no. 2482, disahihkan asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 2/178)

Na’udzubillah. Ambisi terhadap harta benda dan kekuasaan bisa amat merusak, bahkan dapat merusak agama seseorang, yang berarti ia rela meninggalkan nilai-nilai agama hanya untuk mengejar ambisi duniawinya.

5. Jangan merasa takut pada manusia

Sahabat, takut pada manusia adalah salah satu ciri yang dimiliki seorang penjilat. Ia khawatir jika kehilangan jabatan, maka ia takut menyelisihi atasannya, jadilah ia seorang yang ABS (Asal Bos Senang). Ia khawatir akan tersisih dari pergaulan jika menampakkan simbol keagamaan, maka ia pun menanggalkan pakaian taqwanya.

“Maka janganlah kalian takut kepada manusia, tapi takutlah kepada-Ku. Dan jangan pula kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (al-Ma’idah: 44)

6. Integritas antara yang diucapkan dengan yang dikerjakan

Seorang penjilat biasanya tak peduli apakah perkataan dan perbuatannya selaras atau jauh berbeda. Maka jauhilah sifat seperti ini, lihatlah apakah ucapan dan perilaku kita sudah sesuai.

“Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.” (HR. Ath-Thabrani)

7. Tidak menggunakan dalil agama untuk menyokong kepentingan pribadi

Orang dengan sifat munafik dan suka menjilat bisa memutar-mutar ayat dan hadits serta nilai agama dengan lidahnya untuk kepentingan pribadi. Mereka bisa melakukan berbagai pencitraan agar manusia terkecoh menyangkanya bersahaja, beriman pada Allah, padahal hati mereka tidak demikian.

“Pada Akhir Zaman akan muncul orang-orang yang tidak segan-segan menggunakan agama demi tujuan-tujuan duniawi dan mengenakan shuf (pakaian dari bahan bulu domba) di depan umum untuk memperlihatkan kesahajaan. Lidah mereka lebih manis daripada gula, tetapi hati mereka adalah hati serigala.” (HR. Tirmizi)

8. Berani mengatakan hal yang benar sekalipun di hadapan penguasa zhalim

“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zhalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Seorang penjilat tak mungkin berani mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zhalim terutama jika kebenaran tersebut bisa menyeretnya menjauh dari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka, beranilah memegang prinsip dan mengatakan kebenaran walau pahit!

Sahabat, mudah-mudahan kita terhindar dari sifat munafik, penjilat, serta bermuka dua, seumur hidup kita. Aamiin. (SH)

Sumber : http://tabungwakaf.com/jauhi-sifat-penjilat/

Sabtu, 04 April 2015

SMK Swasta Putra Jaya Stabat Versus MEA 2015

Hai sobat. Mari berbagi wawasan bersama SMK Swasta Putra Jaya Stabat.
Apa yang yang jadi kewajiban kita menghadapi tantangan MEA 2015 akan datang ???...
Apa kita mau jadi penonton budiman yang menyaksikan tayangan Live dunia nyata bagaimana masyarakat asia dan internasional mengisi semua lapangan pekerjaan di Negeri Kesatuan Republik Indonesia. Atau kita menjadi kuli di negera sendiri !!!... Na'uzhubillahi Min Zhalik... Jangan sampai kita harus dijajah kembali oleh negera lain ketika zaman globalisasi terbentang dimuka bumi pertiwi Indonesia. "Bismillah" Mari kita ukir sejarah baru pada Nopember 2015 akan datang. Semoga kita masyarakat Indonesia khususnya Calon tamatan SMK - SMA - MA 2015 dan seterusnya dapat raih cita-cita mulia untuk harumkan NKRI, mampu berkompetisi dg Masyarakat Ekonomi Asia. Indonesia adalah negara Seribu Satu Budaya Tapi Kita Tetaplah Bangsa Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, Berjuta Potensi Masyarakatnya dengan segala Kompetensi yang dimiliki yang belum tentu dimiliki Masyarakat Asia lainnya.

Selasa, 10 Maret 2015

AKU DAN WARGA PUTRA JAYA JABAL RAHMAH KU

Usiaku sudah beranjak 37 tahun. Subhanallah dan Alhamdulillah, Allah SWT memberiku hingga kini keberkahan usia dan Aku miliki keluarga luar biasa yang mensupportku. Tanpa terasa sudah 15 tahun sudah kulalui hidup di lingkungan pendidikan sejak aku menikahi seorang wanita yang berasal dari keluarga sederhana. Aku teringat pesan yang diajarkan para pengajar di Ma'had Tarbiyah Islamiyah Daarul Arafah kepada ku "Kullu Amalin Bi Niah". Walau latarbelakang pendidikanku Diploma 3 Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan. Namun aku harus belajar menjadi bahagian pengembang Dunia Pendidikan yang dibangun Kedua Orangtuaku sejak tahun 1985 lalu. SMK Swasta Putra Jaya Stabat adalah tempat dimana aku diamanahkan kedua orangtuaku dan keluargaku untuk ikutserta mengelola dan mengembangkannya. SMK tersebut merupakan salah satu unit satuan pendidikan dari 8 Jenjang Pendidikan yang didirikan kedua orangtuaku yang bernama Yayasan Pendidikan Putra Jaya Jabal Rahmah, Niat dan tekadku sudah bulat , ingin meningkatkan kualitas pendidikan yang didirikan dan dikembangkan kedua orangtuaku terdahulu terutama jenjang pendidikan SMK Swasta Putra Jaya Stabat. Kuawali dengan ucapan "Bismillah" dan senantiasa kuniatkan dalam diriku dan ku panjatkan do'a selalu kepada Allah SWT agar peningkatan kualitas pendidikan dan sarana pendidikan di lingkungan Yayasan Pendidikan Putra Jaya Jabal Rahmah senantiasa terus maju dan jaya sesuai namanya. Alhamdulillah dengan segenap kemampuanku pembenahan sarana pendidikan sudah kumulai sejak tahun 2009, kurenovasi 2 ruang kelas menjadi 4 ruang kelas bertingkat, gedung yang tahun 2007 lalu pernah kena musibah alam Puting beliung. Dimana tahun pertama aku menjalani tugas amanah keluarga. Kemudian tahun 2011 SMK Swasta Putra Jaya Stabat diijabah Allah SWT untuk merenovasi 2 ruang kelas lantai 1 dan membangun 2 ruang kelas baru dilantai 2. Dan begitu juga tahun 2012 merenovasi 4 ruang kelas lantai 1 dan membangun 4 ruang kelas baru dilantai 2. Aku yakin bahwa Kedua Orangtuaku Insyallah bahagia terutama ayahandaku dialam kubur sana juga bahagia yang wafat 11 Mei 1998 silam.
Banyak hal yang kudapatkan sejak aku ikutserta mengelola pendidikan dan menjadi pelajaran bagiku untuk membina keluarga lebih baik, terutama pendidikan anak-anakku. Satu hal yang kudapatkan dari warga SMK Swasta Putra Jaya Stabat yang mungkin belum tentu dilakukan pelajar dikota lain, yakni para siswa SMK begitu semangat luar biasa tanpa kenal lelah, bekerja paruh waktu sepulang sekolah guna membantu kedua orangtuanya yang bekerja sebagai petani/nelayan/pedagang. Hal tersebutlah yang mendorong semangatku, berusaha mencari dan menjalin kerjasama dengan berbagai industri yang relevan dengan 5 (lima) kompetensi keahlian yang dikembangkan di SMK Swasta Putra Jaya Stabat. Berkat ridho Ibundaku dan do'anya, Allah SWT memberikan aku dan SMK dapat jalin kerjasama dengan beberapa Dunia Indsutri, diantaranya PT. Sehat Global Otomotif, PT. LG Electronic Indonesia, Bengkel Petrus, Bengkel Bubut Merbabu, PT. Alfa Scorpii Medan dan PT. Jaya Beton Indonesia. Kontribusi yang luar biasa yang telah mereka berikan kepada SMK Swasta Putra Jaya Stabat. Jazakallahu.  Semoga semakin banyak industri yang turut serta berkontribusi memberi wawasan ilmu dan pengalaman serta lebih gunakan tenaga SDM dari tamatan SMK. Aamiin YRA